Rabu, 07 November 2012

Demo, Massa HMI Paksa Masuk Kantor Gubernur

Puluhan Aktivis HMI Cabang Ambon terlibat saling dorong dengan Satuan polisi pamong praja (Satpol Pp) Provinsi Maluku saat berunjuk rasa di pintu depan pagar Kantor Gubernur Maluku, Senin (22/10/2012).

AMBON, KOMPAS.com - Sekitar 50 massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, terlibat saling dorong dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Maluku saat mahasiswa ini berunjuk rasa di depan pintu pagar Kantor Gubernur Maluku, Senin (22/10/2012).
Aksi saling dorong terjadi lantaran keinginan pendemo untuk menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Gubernur Maluku dihalangi petugas Satpol PP dengan menutup rapat pintu pagar kantor tersebut. Massa mencoba membongkar pagar tersebut dan terjadilah saling dorong antar keduanya.
Aksi saling dorong tersebut sempat memicu terjadinya kericuhan, namun tidak berujung pada tindakan anarkis. Petugas Satpol PP akhirnya membuka pintu pagar kantor Gubernur Maluku dan mengizinkan pendemo masuk ke kantor Gubernur.
Dalam aksinya, pendemo menyuarakan tiga kepentingan daerah yang dianggap tidak mampu diperjuangkan Pemerintah Provinsi Maluku, yakni Lumbung Ikan Nasional, Tambang Blok Masela, dan Maluku sebagai Provinsi Kepulauan. Menurut pendemo, pemprov Maluku selama ini hanya membohongi rakyat Maluku, padahal upaya memperjuangkan tiga kepentingan tersebut, miliaran rupiah uang rakyat telah dikeluarkan tapi tidak pernah ada realisasinya.
"Gubernur harus bertanggungjawab kepada seluruh masyarakat Maluku atas kegagalan memperjuangkan kepentingan daerah, sudah banyak uang rakyat terkuras tapi apa hasilnya? Ini sebuah pembohongan," teriak Wahda Mony, koordinator aksi dalam orasinya.
HMI juga menuntut pemerintah pusat segera menepati janjinya untuk merealisasikan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional yang sudah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pendemo bahkan meminta presiden untuk mengevaluasi kementerian terkait yang terkesan menghalangi kebijakan tersebut.
"Kami minta Presiden RI segera menepati janjinya kepada masyarakat Maluku, karena bagi kami Gubernur Maluku telah gagal memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku," tandas pendemo lain, Rizal Sangadji.
Setelah berorasi kurang lebih satu jam di kantor Gubernur Maluku, puluhan pendemo ini langsung membubarkan diri karena keinginan mereka untuk menemui Gubernur Maluku tidak terpenuhi. Pendemo berjanji akan kembali datang dengan massa yang lebih besar lagi.
Puluhan pendemo dari HMI ini sebelum beroarasi, longmarch terlebih dahulu dari kawasan Jalan AM Sangadji sambil membawa sejumlah pamflet berisi kecaman terhadap kinerja pemerintah daerah Maluku yang dinilai lemah. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menggalang dukungan masyarakat lewat tanda tangan di atas spanduk putih sebagai bentuk solidaritas masyarakat untuk memperjuangkan Maluku sebagai daerah lumbung ikan nasional dan provinsi kepulauan.
Editor :
Farid Assifa

Tidak ada komentar: